29 oktober 2008 kemarin, selepas isya (tapi belum sempet solat isya.. keburu diajak berangkat), aku melakukan perjalanan dari sidoarjo menuju irian barat untuk membeli ikan hias.
gila>> beli ikan aja harus ke irian barat padahal ini kan di sidoarjo, jawa timur!! mungkin begitu yang terlintas dalam benak. Eiiiits.. santai! ini bukan Irian barat yang ini.
Irian Barat ini merupakan nama sebuah jalan di Surabaya, merupakan tempat transaksi ikan hias. Tidak setiap waktu kita dapat membeli ikan disana, karena merupakan pasar mingguan.
walaupun disebut pasar mingguan, actually buka hari Rabu till Minggu siang. Perinciannya, rebo, kemis dan jumat buka setelah isya dan tutup menjelang jam 1 atau jam 2-an. kalo Sabtu buka dari siang, sekitar ashar sudah mulai rame, tutup mpe minggu siang sebelum duhur..
tidak diketahui persis kapan jalan Irian Barat ini mulai digunakan sebagai pusat transaksi ikan hias. dahulu, memang hanya tersedia bermacam-macam ikan hias air tawar. sekarang, tidak hanya ikan yang ditawarkan. sekarang, tersedia ikan air laut (nemo seperti di film juga ada loh!!), selain ikan, ada monyet, ular kucing mmmh terus apa lagi ya.. lupa.. pokonya dah kaya kebon binatanglah!
Pasar ikan hias (pasar hewan seharusnya) di Jalan Irian Barat ini membentang sepanjang 500meter dan terdiri dari puluhan pedagang ikan hias, bahkan nyampe seratusan saat sabtu-minggu. Para pedagang umumnya datang dari wilayah sekitar surabaya, terutama para petambak ikan asal tulungagung. Untuk pembeli, mereka datang dari Surabaya dan sekitarnya, namun kabarnya bila sabtu-minggu sering terdapat pembeli dari Bali, NTB, NTT dan beberapa dari Makassar.
Sayang, keramaian pasar ikan jalan Irian Barat saat sabtu-minggu ini baru "katanya" karena aku datang pada middle week. Aku bertekad dateng lagi ke (jalan) Irian Barat pada peak time supaya bisa melihat keramaian yang digambarkan oleh seorang pedagang saat aku kesana pada kunjungan pertamaku. Masuk di akal juga sih cerita pedagang itu, karena saat aku berkunjung hari Rabu, rombongan kami dapet lokasi parkir yang juauh dari jalan Irian Barat.
shortnote : pada budaya bahasa suroboyoan, terdapat superlative pada kalimat yang menunjukan sangat, yaitu dengan menambahkan huruf vokal "U" pada setiap kata yang hendak di-superlative-kan. jadi, pada kata juauh di atas menunjukkan bahwa lokasi parkir sangat jauh dari lokasi tujuan.
Naah.. saat mid-week aja lokasi parkir sudah juauh, apalagi saat peak time sabtu-minggu, mungkin bakal dapet parkir yang juauuuuuh banget.....................
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar